MALANG--MI: Sedikitnya 35 orang guru bantu yang mengajar di SD hingga SMA dilingkungan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Malang, tak bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena tak masuk "data base" Badan Kepegawaian Daerah (BKD) daerah itu.
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Sigit Setiawan, Selasa (26/8), mengatakan, seharusnya puluhan guru bantu tersebut ikut dalam pengangkatan CPNS dalam kurun waktu hingga 2009 mendatang.
"Karena tak masuk 'data base' yang didata BKD tahun 2005 lalu, maka mereka tak bisa diangkat menjadi PNS, sehingga harus menunggu periode setelah tahun 2009", katanya di Malang, Jawa Timur.
Bondowoso, (ANTARA News) - Kalau Pulau Belitung memiliki guru Muslimah yang sangat menginspirasi murid-muridnya sebagaimana ditulis Andrea Hiarata dalam novel "Laskar Pelangi", di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur tidak sedikit pengajar pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memiliki semangat setinggi Muslimah.
Salah satunya adalah, Wiwik Susianti (36), pengelola sekaligus pengajar PAUD Nusa Indah I dan II di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Sari, Kecamatan Maesan.
Muslimah dengan Wiwik sama-sama memiliki semangat tanpa pamrih untuk mencerdaskan anak-anak di desanya. Bukan kebetulan kalau keduanya memiliki beberapa kisah sama dalam perjuangannya.
Keduanya sama-sama menekuni usaha menjahit untuk mendapatkan penghasilan.
Dengan hanya mengandalkan honor Rp50.000 setiap bulan dari Dinas Pendidikan, tidak cukup bagi Wiwik untuk membantu pendapatan suaminya, Razak yang hanya bekerja sebagai petani.
Jika Andrea Hirata begitu berkesan melihat Bu Muslimah datang ke sekolah di tengah hujan lebat berpayungkan daun pisang, Wiwik juga pernah menjalani lakon "heroik" seperti itu.
"Saat itu saya pulang dari mengajar berjalan kaki bersama anak saya. Tiba-tiba turun hujan lebat. Untung saat itu saya membawa silet sehingga mudah memotong daun pisang untuk payung melindungi anak saya," cerita Wiwik.
Untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan keahlian dalam bidang riset
/ survei opini publik, khususnya dikalangan perguruan tinggi, perlu
digalakkan kegiatan penelitian yang berhubungan dgn masalah - masalah
opini publik. Salah satu caranya adalah dengan memberikan
rangsangan kepada para mahasiswa baik dilevel S-1, S-2, maupun
S-3 untuk mengambil topik-topik mengenai opini publik dalam penulisan
skripsi, tesis,maupun desertasi mereka.