Profil | Program Kerja | Sekretariat Cabang | Organisasi | Daftar Anggota | Mitra
Depan | Berita | Artikel | Agenda | Galeri Foto | Konsultasi | Forum Sharing | Download | Beasiswa | BANK SOAL | Kalender Kegiatan | Database Anggota KGI
Berita
01 Feb 2010 | Komentar: 11
Tekan Kecurangan UN, Sistem Acak dan Berantai Diterapkan

Surabaya - Berbagai upaya dilakukan kementerian pendidikan nasional untuk menekan kecurangan pada Ujian nasional (UN) nanti. Salah satunya, akan menerapkan sistem silang pada soal ujian maupun sistem silang sekolah penyelenggara ujian.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), M Nuh, kepada wartawan di Rumah Makan Ria Galeria, Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Minggu
(31/1/2010).

"Mindset harus kita rubah. Jangan sampai terkena stigma 'pasti curang," kata M Nuh.

Kecurangan pada pelaksaan Ujian sering dilakukan oleh pihak sekolah penyelenggara ujian yang bekerja sama dengan sekolah lainnya. Perjanjian tak tertulis antar sekolah itu, dimungkinkan tidak akan terjadi pada pelaksaan UN setingkat SMA yang rencananya digelar pada 22 Maret 2010 nanti.

"Jadi rantainya nanti panjang. Misalnya sekolah A dengan B, B dengan C, C dengan D dan sampai seterusnya. Sistemnya acak, sehingga satu sekolah dengan sekolah lainnya akan sulit bekerjasama," tuturnya.

Nuh akan mendukung adanya tim sukses sekolah agar para siswanya dapat lulus ujian. Namun, dirinya tidak mendukung jika tim sukses itu melakukan cara yang curang.

"Tim sukses itu bagus, kalau mengajak untuk memenuhi target lulus. Yang nggak boleh itu curangnya," tegasnya.

Selain mengacak sistem penyelanggara, Departemen Pendidikan juga akan memberikan
soal dengan sistem silang dan acak. Misalnya satu ruang kelas, materi soalnya berbeda. Bisa saja terdapat soal A, soal B dan soal C. Tapi semua soal itu mempunyai tingkat kesulitan yang sama.

"Para siswa nanti tidak bisa saling mencontek, karena disamping, depan atau belakang, soalnya berbeda," jelasnya.

Di Jawa Timur terdapat 2.132 sekolah penyelenggara UN tingkat SMA. Para siswa yang akan mengikuti UN diperkirakan mencapai 208.421 peserta. Setiap sekolah juga akan mendapatkan pengawasan dari perguruan tinggi negeri.


Detikcom, 31 Januari 2010
Komentar Pak Bahar Kepri | 25 Feb 2010 09:14 am
winkSetuju 1000 % UN bebas dari kecurangan. Saat UN dilaksanakan & dipantau tim independen, OK tak masalah, tapi kalau kecurangan sudah sistemik gimana ? kecurangan dilakukan se-kabupaten dengan modus LJK nya yg disimpan di tempat rayon beramai-ramai tim sukses merubah jawaban siswa. Kondisi ini sering terjadi didaerah yg terpencil / kepulauan dimana dgn guru", motivasi belajar siswa dan sarana-prasarana yg minim tingkat kelulusan UN diatas 90 % luaar bisa. Seharusnya LJK nya setelah UN selesai langsung disimpan di kantor Polisi biar aman terkendali. OK !
Komentar abynyaaliya | 24 Feb 2010 07:24 pm
biasanya maling lebih pinter dari polisi....jadi kayanya metode apapun yg dipakai pasti ada celahnya....
Komentar Toto Sugianto | 24 Feb 2010 07:23 am
crying Sediiih klo qt harus mengalami hal itu, mau gimana bangsa ini?
Jangan Curang Dech......!
Kita kan PENDIDIK BANGSA
Komentar Sunardi, S.Pd | 16 Feb 2010 11:32 pm
crying Memang sulit merubah paradigma yang ada(UN pasti tidak jujur). Tapi kita harus optimis sebab kita sadar kita yang ikut menentukan kemajuan bangsa ini.
Komentar neng im | 16 Feb 2010 11:59 am
smilesetuju
Komentar pak bejo | 13 Feb 2010 08:01 pm
kenapa bingung? kalau mau tidak curang, buat saja tiap ruang terdiri 10 atau 20 jenis soal. apakah harus buat 10 atau 20 soal? Tidak, mungkin hanya perlu 4 macam soal tapi nomor dan letak option diacak, karena kecurangan terbesar yang berpengaruh terhadap hasil adalah kecurangan dari luar siswa. kalau kecuranga siswa saling bertanya satu atau dua soal mungkin bisa ditolerir. yang perlu diawasi adalah tim sukses membuat jawaban. sehingga kalau dia mampu buat 10 macam jawaban dan mendistribusikannya dalam waktu 2 jam, tentu hebat sekali timnya. mau?
Komentar Haditya Rahman | 11 Feb 2010 12:55 pm
setujulah biar anak lebih tekoun belajar dan tidak mengharap yg tidak-tidak wassat
Komentar liliek | 08 Feb 2010 05:39 pm
smile laughing wah bsk2x penjual nasigoreng tambah hebat lu2xsan sma banyak yg jual nasi goreng laughing tongue
Komentar dea | 08 Feb 2010 05:34 pm
smile laughing bagus sangat bagus betu itu bagus
Komentar Agus Suprianto | 06 Feb 2010 09:24 pm
bagus smilebetul betul bagus untuk kita renungkan dan tentunya kita usahakan / laklsanakan
Komentar diniindriani | 04 Feb 2010 08:04 pm
Moga berhasil triknya pa...
Name:
E-mail: (optional)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

Facebook Klubguru
e-Jurnal Ilmiah Klub Guru Indonesia
Blog KGI
Sepeda Untuk Sekolah
ARTIKEL
BERITA
AGENDA
KONSULTASI
DOWNLOAD
© 2009 hak cipta Klub Guru Indonesia.