Tentang Klub Guru | Program Kerja | Sekretariat
 
       
   
     


Konsultasi
Berita
Artikel

 

Sertifikasi Guru 2008 Tertunda, Tak Jelas Kapan Dimulai
01 May 2008 | Komentar : 3

SURABAYA - Sertifikasi guru dalam jabatan kuota 2008 lagi-lagi tertunda. Janji Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim meneken nota kesepahaman dengan tiga Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) urung tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya, Kepala LPMP Jatim Heru Muljanto pernah mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan pada Rabu (30/4). Tiga LPTK yang digandeng adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Jember (Unej).

Penandatanganan tersebut akan menjelaskan hak dan kewajiban LPTK sebagai pihak yang dikontrak dalam pelaksanaan sertifikasi guru. "Nanti kami jelaskan hak-hak PT pelaksana sertifikasi," terang Heru.

Namun, rencana itu ternyata meleset dari jadwal. Pihak Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang mengundang LPMP di seluruh Indonesia dan LPTK di seluruh Indonesia tiba-tiba membatalkan rencana tersebut tanpa alasan jelas. "Pastinya akan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan," tuturnya. "Saya juga tidak tahu alasannya apa," kilah Heru.

Penundaan itu merupakan yang kedua. Sebelumnya, LPMP menjanjikan bahwa sertifikasi akan dimulai pada pertengahan April, tapi kemudian ditunda hingga akhir April. Namun, rencana tersebut kembali meleset hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Padahal, semua pihak sudah bersiap-siap untuk menyambut dimulainya sertifikasi guru 2008 itu. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jatim juga telah menetapkan kuota guru yang bisa ikut program tersebut sebanyak 31.399 orang.

Pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan masih menyimpan banyak persoalan. Mulai tunjangan profesi yang belum cair, bukti sertifikat pendidik yang belum diberikan kepada guru, hingga berebut untuk bisa masuk kuota sertifikasi. Sampai-sampai, Ditjen PMPTK mendesak agar segera dibentuk tim khusus sertifikasi.

Menanggapi penundaan itu, Ketua LPTK Unesa Haris Supratno bisa memaklumi. "Saya tidak tahu apa alasannya. Tapi, saya kira itu tidak berpengaruh banyak terhadap nasib guru," jelasnya.

Haris menambahkan, tahun lalu sertifikasi guru mulai bergulir pada Agustus 2007. "Tahun lalu, molor sampai Agustus juga tidak masalah," katanya.

Dia juga tidak tahu pasti alasan penundaan tersebut. "Itu kemauan Dirjen PMPTK. Kami hanya diundang, jadi tidak tahu alasannya," terang dia. (git/dos)


Sumber:
Jawa Pos, 1 Mei 2008
Komentar tatok | 14 Oct 2009 11:33 am
kasihan deh kita!!!.... sabar maning, sabar maning. moga Tuhan membalas segala amal dan perbuatan serta pengabdian kami. Amin3x
Komentar iwan | 24 Oct 2008 11:43 am
laughing kita sebagai guru selalu sok diperhatikan dan akhirnya hanya menjadi bahan pembicaraan aja.mau.syarat jadi guru memang berat..harus s1 24 jamdll, tapi syarat jadi caleg atau presiden kog amalah mudah ya hanya lulusan SMa.......hehehehehe apa kata duniaaaa
Komentar Galih | 24 May 2008 09:42 am
Malihat nasib guru yang telah disertifikasi yang hingga kini belum jelas memang perlu ditunda bahkan dihentikan pelaksanaannya dikarenakan pemerintah sendiri dalam hal pencairan tunjangan sampai saat ini sepertinya belum siap atau tidak ada.
Name:
E-mail: (optional)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| Forget Me

 
Agenda
 
Download
Galeri Foto
© 2007. Klub Guru. Hak cipta dilindungi Undang-undang
info@klubguru.com