|
|
 |
 |
 |
 |
| Pembelajaran Tak Menarik, Jam Mengajar Dikurangi |
| 21 Jul 2008 | Komentar : 6 |
Pertanyaan:
Saya lulusan PTS (perguruan tinggi swasta) jurusan tarbiyah bahasa Arab. Saat ini saya mengajar 2 kelas di sebuah MTs swasta. Selama ini saya merasa sudah menerapkan berbagai metode pembelajaran, namun kurang mencapai tujuan pembelajaran karena siswanya selalu ramai. Akibatnya, mulai semester ini kepala sekolah mengurangi jam mengajar saya karena dianggap kurang berhasil. Saya menjadi sangat terbebani oleh keputusan tersebut. Mohon penjelasan pengasuh, metode pembelajaran apa yang harus saya gunakan?
Ali Subhan, Mojokerto
Jawaban Drs Martadi MSn
Pengasuh bisa memahami kebingungan Bapak. Sayang, Bapak tidak menyebut metode pembelajaran apa yang pernah Bapak terapkan. Ada banyak metode pembelajaran, tapi tidak semua metode pembelajaran selalu sesuai untuk mencapai tujuan tertentu. Pemilihan metode pembelajaran harus dibangun atas dasar asumsi bahwa tidak ada satu pun metode atau apa pun namanya yang bisa digunakan dengan baik untuk semua bahan kajian. Semua motode memiliki keunggulan dan kekurangan. Metode tertentu hanya baik untuk mencapai tujuan tertentu, sementara metode lain baik digunakan untuk mencapai tujuan lain. Sebuah metode pembelajaran disebut efektif apabila metode itu bisa mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Tidak ada artinya guru menggunakan berbagai metode kalau akhirnya tujuan pembelajaran tidak tercapai.
Banyak faktor yang menyebabkan anak ramai saat diajar, bisa karena materi yang diajarkan kurang menarik, cara mengajar kita yang tidak menarik, atau penyebab lain. Untuk itu, dalam pembelajaran, langkah awal yang harus dilakukan guru adalah bagaimana menarik perhatian siswa. Biasanya materi akan menarik apabila sesuai dengan kebutuhan siswa dan dikaitkan dengan apa yang sedang ngetren di kalangan siswa. Materi yang menarik perhatian akan disimpan menjadi memori jangka pendek. Tahap selanjutnya, agar materi mudah dipahami siswa, materi harus bertolak dari apa yang sudah dipahami siswa (bekal awal) dan disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa.
Untuk lebih jelas, bisa penulis tambahkan bahwa menurut PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pembelajaran harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Untuk mencapai kondisi tersebut, banyak metode pembelajaran yang bisa digunakan. Menurut Newby dkk (2000), beberapa metode dan strategi pembelajaran yang mampu mendorong siswa tertarik dan aktif untuk belajar, antara lain, kooperatif, discovery, pemecahan masalah, permainan, simulasi, diskusi, drill dan latihan, tutorial, demonstrasi, dan presentasi.
Berikut beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode pembelajaran:
Pembelajaran harus dilakukan dengan cara siswa belajar melalui hands-on activity dan minds-on activity. Untuk itu, dalam pembelajaran, upayakan selalu menggunakan multimetode sehingga memungkinkan anak melakukan aktivitas berpikir dan berbuat.
Keragaman karakteristik siswa. Para pakar membagi kecenderungan belajar siswa, yaitu gifted, conceptual, contextual, slow learner, dan disabilities. Penelitian Asian Development Bank (2000) menemukan 60 persen pembelajaran di Indonesia adalah contextual. Siswa contextual adalah siswa yang baru bisa belajar kalau guru membantu mengaitkan apa yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari-hari di sekitar pembelajaran yang bersangkutan. Untuk itu, sedapat mungkin pembelajaran harus dilakukan dengan cara memberi kesempatan siswa untuk mengalami sendiri dan berlangsung pada kondisi yang alami.
Keragaman karakteristik topik kajian dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai adalah kognitif, psikomotorik, dan sikap. Untuk mencapai tujuan tersebut, pasti digunakan metode/strategi yang berbeda-beda. (*)
Sumber: Jawa Pos, 20 Juli 2008
|
maf saya ingin tahu hands on activity , referensinya punya tidak, soalnya skripsi saya ingin ngambil tema hands on activity, trimakasih
Komentar dhani | 18 Jan 2009 08:19 pm
skripsi saya tentang active knowledge sharing... bingung nyari bukunya... ada yg tau ga?  ? kasih tau dunk... klo ada kirim ke email ini ya.. nuzul_mp@yahoo.com.. thanks b4
Saya sarankan membaca buku: * karya Dave Meier "The Accelerated Learning Handbook: Panduan Kreatif & Efektif Merancang Program Pendidikan & Pelatihan". 2000. Terjemahan Rahmani Astuti. Penerbit Kaifa. 2002. Awali dengan buku ini, maka Anda bisa memahami buku-buku lain tentang Accelerated Learning. * karya Thomas Armstrong "Sekolah Para Juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan". 2000. Terjemahan Yudhi Murtanto. Penerbit Kaifa. 2002. Teruslah mencoba. Cari teman/senior untuk diskusi. Ibaratnya, pembalap hebatpun pernah berkali-kali jatuh dari sepeda motornya. Suatu saat Anda bisa jadi guru yang hebat. Selamat berjuang! Penulis "Ice Lemon Tea for School"
Kemampuan mengajar butuh proses, kerja keras, dan keihlasan. 1. Saya sarankan anda membaca dan mempraktekkan "Accelarated Learbning". Konsep ini menyarankan pembelajaran siswa aktif dengan cara alami dan menarik. 2. Jalin kedekatan hati dengan siswa. Ikutlah aktif dalam pembinaan kegiatan kesiswaan. Meskipun bukan guru pembina, ikutlah membantu. Bila ingin dicintai, cintailah mereka dulu. Cintai mereka dengan tulus. 3. Teruslah berpikir positif. Teruslah berdoa. Allah Maha Mendengar. Good luck!
1 2
|
|
|
| Agenda |
|
|
 |
 |
| |
| Download |
|
|
 |
| Galeri Foto |
|
|
|